Rabu, 22 Oktober 2008 13:15 WIB
JAKARTA, RABU - Terus membaiknya dan semakin stabilnya kondisi perbankan nasional saat ini membuat sejumlah bank dan investor asing tertarik untuk membelinya seperti yang dilakukan Hongkong Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) terhadap Bank Ekonomi.
Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan di Jakarta, Rabu (22/10), dalam kondisi krisis keuangan seperti saat ini kualitas kinerja perbankan nasional menjadi daya tarik bagi bank-bank asing. "Perbankan kita sangat sehat dan tidak banyak masalah. Bank-bank kecil dan menengah justru sangat baik. Jadi bank-bank asing tinggal pilih sesuai misi mereka, kalau ada yang mau dijual pasti banyak yang beli," kata Halim.
Menurut Halim, pembelian 88,89 persen saham Bank Ekonomi oleh HSBC tidak terlepas juga dari strategi bank itu untuk memperkuat jaringannya di Asia dan Indonesia mengingat pasar di Indonesia yang sangat besar.
HSBC membeli 88,89 persen saham Bank Ekonomi dengan harga Rp2.425 per saham. HSBC saat ini juga sedang merencanakan aksi korporasi untuk melakukan "tender offer" 10,11 persen saham Bank Ekonomi yang beredar di masyarakat.
Halim menjelaskan, Bank Indonesia akan terus menyempurnakan sejumlah aturan dan kebijakan di bidang perbankan agar kondisi perbankan nasional semakin membaik, antara lain dengan melakukan revisi Arsitektur Perbankan Indonesia (API).
"Revisi API sudah kita mulai untuk disempurnakan disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan terkini. Ada tim yang menanganinya dan menargetkan revisi selesai pada tahun ini juga," katanya.
Data menunjukkan ketahanan industri perbankan tetap terjaga dan didukung pelaksanaan fungsi intermediasi yang baik. Sampai Agustus, kredit perbankan masih tumbuh 31,6 persen (yoy), dengan kredit bermasalah (NPL) menurun menjadi 4,08 persen (gross).
EDJ
Sumber : Ant

Tidak ada komentar:
Posting Komentar